Bacaan Doa Qunut dalam Sholat dengan Lafadz Arab, Latin dan Artinya

Diposting pada

Shahih – Menyimak tentang doa qunut bagi seorang muslim tentu merupakan perkara yang cukup penting. Hal ini tentu saja cukup beralasan karena semakin banyak ilmu agama yang ia miliki, maka akan semakin tinggi pula pemahaman agama yang ia kuasai. Doa qunut merupakan bagian dari ibadah sholat.

Sepanjang pengetahuan kita, qunut seringkali dibaca pada waktu pelaksanaan sholat subuh dan juga sholat witir. Selain itu, ada pula bacaan doa qunut yang dibaca ketika umat Islam tertimpa musibah dan perang yang seringkali disebut dengan doa qunut nazilah. Tentu, hal tersebut harus ditelaah secara lebih dalam.

Di Indonesia sendiri, ada perbedaan mengenai pemahaman sejarah doa qunut yang berimbas pada pelaksanaannya. Ada yang senantiasa melaksanakan qunut, ada pula yang tidak. Oleh karena itu, perbedaan seperti ini harus senantiasa ditanggapi dengan arif agar tidak terjadi perpecahan yang justru akan merugikan umat Islam itu sendiri. Mari kita simak beberapa penjelasan penting mengenai bacaan doa qunut dan penjelasannya di bawah ini.

Hukum Doa Qunut dalam Sholat dengan Lafadz Arab, Latin dan Artinya

Qunut Dalam Pandangan Imam Madzhab

Hal pertama yang tentu harus kita bahas adalah mengenai hukum membaca doa qunut. Ini adalah landasan atau dasar yang harus diketahui agar amalan kita menjadi berguna. Penting untuk melihat pandangan 4 imam madzhab mengenai hal tersebut.

Pandangan ulama Malikiyyah atau pengikut imam Maliki mengatakan bahwa tidak ada qunut yang dibaca kecuali pada sholat subuh saja. Selain itu, tidak ada qunut pada sholat witir dan juga sholat lainnya.

Pendapat dari ulama Syafi’iyyah atau pengikut imam Syafi’i mengatakan bahwa tidak ada qunut dalam sholat witir kecuali witir pada akhir bulan Ramadhan. Selain itu, tidak ada bacaan qunut pada sholat lima waktu yang setiap hari dikerjakan kecuali hanya pada sholat subuh dalam berbagai keadaan. Qunut berlaku selain sholat subuh ketika umat Islam tertimpa musibah atau qunut nazilah.

Sedangkan pendapat dari ulama Hanafiyyah atau pengikut imam Abu Hanifah mengatakan bahwa ada syariat qunut dalam witir. Tidak ada qunut lain kecuali pada saat nawaazil atau tertimpa musibah dan qunut ini hanya dibaca pada sholat subuh saja oleh imam dan diaminkan oleh para makmum.

Pendapat ulama hambali atau pengikut imam Ahmad mengatakan bahwa ada perintah atau syariat qunut dalam witir. Tidak ada qunut pada sholat lain kecuali ketika ada bahaya dan musibah pada umat Islam.

Hukum Doa Qunut dalam Hadits Nabi yang Shahih

Selain pendapat dari para imam Madzhab, berikut hadits yang berkaitan dengan doa qunut yang dibaca ketika sholat witir, sholat subuh atau ketika terkena musibah/bencana.

Hadîts dari al-Hasan bin ‘Ali radhiyallahu ‘anhu. Beliau rahimahullah berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengajariku do’a-do’a yang aku ucapkan dalam witir yaitu:

اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

(HR at-Tirmidzi dan dishahîhkan al-Albâni dalam Shahîh at-Tirmidzî)

Selain itu, hal ini juga diamalkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti yang dijelaskan Ubai bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu dalam perkataan beliau:

“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan qunut dalam witir sebelum rukû’.”

(HR.Abû Dâwud dan dishahîhkan al-Albâni dalam Shahih Abû Dawud)

Sedangkan doa qunut dalam sholat Subuh yang dilakukan secara terus menerus yang sering dilakukan oleh kebanyakan umat muslim, merupakan perkara bid’ah yang tidak ada dasar kuat dari Rasulullah maupun para Sahabatnya. Hal ini seperti yang tertera dalam hadits berikut,

Abû Mâlik al-asyja’i Sa’ad bin Tharîq berkata:

“Aku bertanya kepada bapakku: Wahai bapakku, sungguhkah engkau pernah shalat dibelakang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar, Umar dan Utsman serta Ali di Kufah ini selama lebih dari lima tahun. Apakah mereka pernah melakukan qunut dalam shalat shubuh? Beliau menjawab: Tidak benar Wahai anakku! Itu perkara baru (bid’ah).

(HR. Ibnu Mâjah dan dishahîhkan al-Albâni dalam Irwâ’ al-Ghalîl no. 435)

Pendapat-pendapat tersebut merupakan dasar perumusan hukum doa qunut. Namun, pendapat yang terkuat diantara pendapat tersebut adalah tidak ada qunut pada sholat fardhu kecuali pada saat kaum muslimin sedang tertimpa musibah. Adapun doa qunut witir diperbolehkan hanya saja harus sesuai seperti yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Dalam hal ini, Syeikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin juga menjelaskan perihal doa qunut subuh. Beliau mengatakan bahwa memang ada perselisihan diantara doa qunut tersebut. Namun, beliau berpegang bahwa tidak ada qunut dalam subuh kecuali ada sebab yang terjadi dikalangan umat Islam, seperti musibah maupun penyakit.

Bacaan Doa Qunut dengan Tulisan Arab, Latin dan Artinya

Namun, bagi anda yang terbiasa melakukan qunut, maka pendapat tadi bisa dijadikan pembanding. Jika anda ingin membaca qunut, maka lafadz doa qunut yang disarankan adalah,

اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ

وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ

وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ

وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ

وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ

فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ

وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ

تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

Allah hummah dinii fiiman hadait.

Wa’aa finii fiiman ‘aafait.

Watawallanii fiiman tawal-laiit.

Wabaariklii fiimaa a’thait.

Waqinii syarramaa qadhait.

Fainnaka taqdhii walaa yuqdha ‘alaik.

Wainnahu laayadzilu man walait.

Walaa ya’izzu man ‘aadait.

Tabaa rakta rabbanaa wata’aalait.

Artinya:

Ya Allah tunjukkanlah akan daku sebagaiman mereka yang telah Engkau tunjukkan

Dan berilah kesihatan kepadaku sebagaimana mereka yang Engkau telah berikan kesihatan

Dan peliharalah daku sebagaimana orang yang telah Engkau peliharakan

Dan berilah keberkatan bagiku pada apa-apa yang telah Engkau kurniakan

Dan selamatkan aku dari bahaya kejahatan yang Engkau telah tentukan

Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan kena hukum

Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin

Dan tidak mulia orang yang Engkau memusuhinya

Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha tinggi Engkau

Demikianlah pembahasan mengenai doa qunut baik itu pada saat sholat subuh, witir atau situasi tertentu. Bacaan atau lafadz qunut tersebut meliputi tulisan arab, latin dan juga artinya dalam bahasa Indonesia. Disebutkan pula hukum membaca qunut sesuai dengan dalil serta pendapat imam madzhab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *