Doa Setelah Wudhu Berdasarkan Hadits Shahih, Lengkap dengan Artinya!

Diposting pada

Shahih – Mengetahui doa setelah wudhu tentu merupakan hal yang sangat penting. Wudhu adalah perihal yang sangat penting dalam ajaran islam. Hal ini dikarenakan wudhu merupakan rukun ibadah yang harus dilakukan sebelum menjalankan sholat.

Dengan wudhu yang baik, maka sholat yang kita lakukan akan diterima oleh Allah SWT. Namun sebaliknya, dengan wudhu yang serampangan, maka ibadah kita pun nampaknya akan sia-sia belaka.

Ilustrasi di atas memang menjadi pembanding betapa pentingnya posisi wudhu dalam ajaran umat islam. Oleh karena itu, sebagai hamba yang taat, sudah sepantasnya bahwa kita mengetahui tata cara dan juga doa sesudah wudhu dengan baik.

Sangat disayangkan bahwa pada kenyataannya, masih banyak diantara kita yang tidak mengetahui dengan jelas bagaimana tata cara wudhu serta doa sebelum wudhu maupun sesudahnya. Hal ini tentu mengundang keprihatinan karena ibadah mereka tentu belumlah sempurna. Oleh karena itu, kita akan membahas beberapa detail mengenai tata cara serta doa wudhu lengkap sesuai dengan sunnah Nabi SAW.

Tata Cara Wudhu yang Benar Sesuai Tuntunan Rasulullah

Doa Setelah Wudhu Berdasarkan Hadits Shahih, Lengkap dengan Artinya

Sebelum membahas tentang doa setelah berwudhu, kita sudah melihat betapa wudhu sangat penting posisinya dalam ajaran umat islam. Dalam hal ini, pentingnya wudhu juga diucapkan Nabi SAW dalam hadist beliau yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA,

اَ تُقْبَلُ صَلاَةُ أَحَدِكُمْ إِذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ

“Shalat salah seorang di antara kalian tidak akan diterima ketika masih berhadats sampai dia berwudhu”.

Sedangkan mengenai tata cara berwudhu, tentu saja kita harus memperhatikan seluruh tata cara berwudhu dengan tepat agar wudhu yang kita lakukan menjadi benar sehingga sholat kita dapat di terima oleh Allah SWT.

Terkait tata cara berwudhu, maka ada sebuah hadist yang menjelaskan perihal demikian, yakni sebagai berikut:

حُمْرَانَ مَوْلَى عُثْمَانَ أَخْبَرَهُ أَنَّ عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ – رضى الله عنه – دَعَا بِوَضُوءٍ فَتَوَضَّأَ فَغَسَلَ كَفَّيْهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ مَضْمَضَ وَاسْتَنْثَرَ ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُمْنَى إِلَى الْمِرْفَقِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُسْرَى مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ مَسَحَ رَأْسَهُ ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَهُ الْيُمْنَى إِلَى الْكَعْبَيْنِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ غَسَلَ الْيُسْرَى مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِى هَذَا ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِى هَذَا ثُمَّ قَامَ فَرَكَعَ رَكْعَتَيْنِ لاَ يُحَدِّثُ فِيهِمَا نَفْسَهُ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ ». قَالَ ابْنُ شِهَابٍ وَكَانَ عُلَمَاؤُنَا يَقُولُونَ هَذَا الْوُضُوءُ أَسْبَغُ مَا يَتَوَضَّأُ بِهِ أَحَدٌ لِلصَّلاَةِ

Humran pembantu Utsman menceritakan bahwa Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu pernah meminta air untuk wudhu kemudian dia ingin berwudhu. Beliau membasuh kedua telapak tangannya 3 kali, kemudian berkumur-kumur diiringi memasukkan air ke hidung, kemudian membasuh mukanya 3 kali, kemudian membasuh tangan kanan sampai ke siku tiga kali, kemudian mencuci tangan yang kiri seperti itu juga, kemudian mengusap kepala, kemudian membasuh kaki kanan sampai mata kaki tiga kali, kemudian kaki yang kiri seperti itu juga.

Kemudian Utsman berkata, “Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berwudhu seperti wudhuku ini, kemudian beliau bersabda, “Barangsiapa berwudhu seperti wudhuku ini kemudian dia shalat dua rakaat dengan khusyuk (tidak memikirkan urusan dunia dan yang tidak punya kaitan dengan shalat), maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu”.

Ibnu Syihab berkata, “Ulama kita mengatakan bahwa wudhu seperti ini adalah contoh wudhu yang paling sempurna yang dilakukan seorang hamba untuk shalat”.

Beranjak dari hadist di atas, mengenai tata cara berwudhu yang baik dan benar sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW, kita dapat meringkasnya sebagai berikut:

  • Berniat di dalam hati untuk menghilangkan hadast kecil.
  • Mengucapkan basmallah.
  • Membasuh kedua telapak tangan 3x.
  • Mengambil air dengan tangan kanan untuk berkumur dan dimasukkan ke hidung untuk istinsyaq secara bersamaan. Kemudian air tersebut dikeluarkan dengan tangan kiri. Bagian ini dilakukan sebanyak 3x.
  • Membasuh seluruh wajah dan menyelai jenggot 3x.
  • Membasuh tangan (kanan kemudian kiri) hingga siku dan menyela jari-jari.
  • Membasahi telapak tangan dengan air guna membasuh kepala 1x. Membasuh kepala dilakukan dengan membasahi bagian depan kepala ditarik ke belakang lalu dikembalikan lagi ke depan.
  • Membasuh kaki hingga mata kaki dan menyelai jemari 3x dengan mendahulukan kaki kanan.

Kesalahan yang Sering Dilakukan

Ada beberapa catatan penting mengenai tata cara wudhu sebagaimana di atas. Catatan pertama adalah tentang doa niat wudhu. Dalam hal ini, perlu diketahui bahwa niat wudhu tempatnya adalah di dalam hati. Hal ini sesuai dengan pendapat Ibnu Taimiyah.

Catatan kedua adalah memasukkan air dalam hidung dilakukan dengan sekali ambil bersamaan dengan air untuk berkumur. Kesalahan yang seringkali dilakukan adalah berkumur dan memasukkan air dalam hidung dilakukan sendiri-sendiri.

Selain itu, membasuh kepala ketika wudhu hanya dilakukan sebanyak 1x, bukan 3x sebagaimana gerakan lain yang dilakukan. Sementara untuk doa wudhu yang benar, kita akan membahasnya di poin bawah ini.

Doa Setelah Wudhu Sesuai Sunnah Rasulullah

Untuk doa setelah wudhu sesuai sunnah, anda bisa belajar dari hadits berikut ini:

مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُسْبِغُ الْوَضُوءَ ثُمَّ يَقُولُ: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ إِلَّا فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ

“Tidaklah salah seorang di antara kalian berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, kemudian mengucapkan, ‘Asyhadu an laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluhu’ [Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah.] kecuali Allah akan bukakan untuknya delapan pintu langit yang bisa dia masuki dari pintu mana saja”.

Dalam riwayat lain, ada tambahan doa:

 اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ، وَاجْعَلْنِي مِنَ المُتَطَهِّرِينَ

“Allahummaj ‘alni minat tawwabiina waj’alnii minal mutathohhiriin [Ya Allah jadikanlah aku termasuk hamba-hambaMu yang rajin bertaubat dan menyucikan diri].”

Ini adalah doa setelah wudhu dan artinya yang disarankan untuk dibaca.

Dengan bacaan doa wudhu lengkap tersebut, wudhu yang kita lakukan akan sah dan sholat kita akan diterima. Perlu ditekankan untuk mengamalkan doa setelah wudhu sesuai sunnah yang benar. Meskipun ada doa sesudah wudhu yang lain, namun doa di ataslah yang sesuai ajaran.

Demikian pembahasan mengenai doa setelah wudhu dan sebelum wudhu lengkap dengan lafadz arab, latin dan artinya. Setelah mengetahui hal tersebut, maka dari sekarang berwudhu-lah dengan benar sesuai dengan sunnah seperti yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *