Bacaan Dzikir Setelah Sholat Fardhu 5 Waktu

Diposting pada

Shahih – Bagi seorang muslim, sangatlah dianjurkan setelah melakukan sholat fardhu lima waktu untuk membaca bacaan dzikir. Selain itu membaca dzikir juga dapat dilakukan kapan saja baik dengan lisan atau di baca dalam hati. Dzikir setelah sholat fardhu merupakan ibadah yang mudah untuk dilakukan dengan meluangkan sedikit waktu, namun kebanyakan kita biasanya malas untuk melaksanakannya.

bacaan dzikir

Pengertian Dzikir

Zikir atau Dzikir berasal dari bahasa arab: ذِکْر‎, ðɪkr yang artinya mengingat atau menyebut. Adapun dalam agama islam dzikir adalah sebuah aktifitas ibadah yang dilakukan seorang Muslim untuk mengingat Allah. Antara lain dengan menyebut dan memuji nama Allah, dan zikir adalah satu kewajiban sebagaimana firman Allah dalam al-Qur’an pada surah Al-Ahzab ayat 41:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya”.

Berdasarkan hadits shahih yang di riwayatkan oleh At-tirmidzi, bacaan zikir yang paling utama adalah kalimat “Laa Ilaaha Illallaah”, dan doa yang paling utama adalah membaca kalimat “Alhamdulillah”.

عن جابر بن عبد الله رضي الله عنه قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: ( أَفْضَلُ الذِّكْرِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ ، وَأَفْضَلُ الدُّعَاءِ الحَمْدُ لِلَّهِ ) رواه الترمذي

Artinya:Dari Jabir bin Abdullah berkata; Aku telah mendengar Rasulullah S.A.W bersabda: “Dzikir yang paling utama/afdhol adalah “La Ilaaha illallah”, dan doa yang paling utama adalah “Alhamdulillah.” (HR. Tirmidzi no. 3305)

Bacaan Dzikir Setelah Sholat Fardhu

Sebagaimana yang sudah kita bahas sebelumnya bahwa bacaan dzikir yang paling utama adalah dengan menyebutkan kalimat “La ilaaha Illallah” dan doa yang paling utama kalimat “Alhamdulillah”. Adapaun bacaan dzikir yang disunnahkan untuk diamalkan seusai sholat fardhu akan kita bahas selanjutnya. Sebelum membahas bacaan dzikir setelah sholat fardhu, alangkah baiknya kalau kita juga mengetahui hukum dzikir setelah sholat fardhu.

Hukum Membaca Dzikir Setelah Sholat 5 Waktu

Apakah hukum Dzikir setelah sholat fardhu?, Sebagaimana tertulis pada kitab Al-adzkar di bab Al-adzkar ba’dash sholah Imam Nawawi menyebutkan; bahwa para ulama telah bersepakat tentang kesunnahan dzikir setelah sholat. Diperkuat dengan banyak hadits shahih dengan macam-macam bacaan dzikir yang beragam.(sumber:Kitab Al-adzkar Imam Nawawi Penerbit Ibnu Hazm)

Urutan Bacaan Dzikir Setelah Sholat Fardhu

Dibawah ini adalah urutan dari rangkaian bacaan dzikir setelah sholat dengan tulisan arab, latin, beserta artinya. Disusun oleh KH Muhammad bin Abdullah Faqih “rahimahullah” (Pengasuh Pesantren Langitan Tuban). Dikutip dari Majmu’ah Maqru’at Yaumiyah wa Usbu’iyyah yang beliau kutip dari hadits yang diriwayatkan Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan kitab Bidayatul Hidayah.

1. Membaca istighfar sebanyak 3 kali:

bacaan dzikir istighfar

Latin:

Astaghfirullahal ‘adzhiim(i) alladzi laa ilaaha illa huwal hayyul qayyuum(u) wa atuubu ilaih(i)

Artinya:

Aku memohon kepada Allah yang maha agung, yang mana tiada Tuhan (yang patut disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurusi (makhluk-Nya), dan aku bertaubat kepada-Nya.

2. Membaca Doa keselamatan

bacaan dikir allohumma antassalam

Latin:

Allahumma antas salaam wa minkas salaam tabaarakta ya dzaljalaal(i) walikraam

Bacaan ini dikutip berdasarkan hadits riwayat Imam Muslim. Dalam riwayat lain sebagaimana dikutip Bidâyatul Hidâyah:

latin:

Allahumma antas salaam(u), Wa minkas salaam(u), Wailaika ya’udus salaam(u) fahayyinaa rabbanaa bis salaam(i), Wa adkhilnaljannata daaras salaam(i), Tabaarakta rabbanaa wa ta’aalaita yaa dzaljalaali wal ikraam.

Artinya:

Ya Allah, Engkaulah Dzat yang memberi keselamatan (kesejahteraan), hanya dari-Mu lah keselamatan (kesejahteraan) dan kepada-Mu lah segala keselamatan (kesejahteraan) itu kembali. Maka hidupkanlah kami Ya Allah dengan selamat (sejahtera), masukkan kami ke dalam surga rumah keselamatan (kesejahteraan), Engkaulah Dzat yang berkah wahai Tuhan kami dan maha luhur Engkau, Ya Tuhan kami Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan.

3. Dilanjutkan dengan Membaca:

bacaan dzikir setelah sholat

Latin:

Allahumma laa maa ni’a limaa a’thoita, Wa laa mu’thiya limaa mana’ta, Wa laa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu.

Artinya:

Ya Allah, tidak ada yang mencegah apa yang telah Engkau berikan, dan tidak ada pula yang memberi apa yang telah Engkau cegah. Tidaklah berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya(Kecuali iman dan amal salihnya yang menyelamatkannya dari siksa neraka). Hanya dari-Mu lah kekayaan dan kemuliaan.

Bacaan ini bisa kita temukan dalam hadits riwayat Bukhori no. 844 dan Muslim no. 5930 (muttafaqun ‘alaih). Dalam Bidâyatul Hidâyah disebutkan:

bacaan dzikir ba'da sholat

Latin:

Allahumma laa maani’a limaa a’thoita, Wa laa mu’thiya limaa mana’ta, Walaa raadda limaa qadaita, Walaa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu.

Artinya:

Ya Allah, tidak ada yang mencegah apa yang telah Engkau berikan, dan tidak ada pula yang memberi apa yang telah Engkau cegah. Tidaklah berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya(Kecuali iman dan amal salihnya yang menyelamatkannya dari siksa neraka). Hanya dari-Mu lah kekayaan dan kemuliaan.

4. Berdoa agar bersungguh-sungguh dalam mengingat /berdzikir kepada Allah dan diperbaiki Ibadah

doa kemampuan mengingat

Latin:

Allahumma A’innii ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatika

Artinya:

Ya allah, Tolonglah hambamu ini agar selalu dzikir mengingat-MU, dan bersyukur kepada-MU, dan memperbaiki dalam beribadah kepada-Mu ( HR. Abu Daud dan Ahmad, Shahih)

5. Kemudian Membaca:

Latin: 

Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lah(u), Lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir(un).

Artinya:

Tiada Tuhan yang haq disembah kecuali Allah, tiada sekutu baginya. Hanya milikinya segala kerajaan dan hanya milikinya segala puji, yang menghidupkan dan mematikan, Dialah Dzat yang maha kuasa atas segala sesuatu.

(HR. Ahmad IV/228, V/420, At-Tirmidzi no. 3474)

(Dibaca 3 kali setiap selesai sholat fardhu, dan dibaca 10 kali setelah sholat maghrib dan shubuh)

6. Memohon Perlindungan Dari Siksa Api Neraka

Latin: Allahumma ajirnii minannaar(i).

(dibaca 7 kali setiap selesai sholat maghrib dan shubuh)

7. Membaca Ayat Kursi:

Latin: 
A’uudzu billaahi minas syaithaanir rajiim. Bismillahir rahmaanir rahiim(i). Allahu laa ilaa illa huwal hayyul qayyuum(u), Laa Ta’khudzuhu sinatuw wa laa naum(un), lahu maa fis samaawaati wa maa fil ardli, Man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahu illaa bi idzni(i), ya’lamu maa bayna aydiihim wa maa khalfahum, wa laa yuhiiduuna bisyai-im min ‘ilmihi illa bimaa syaa(a), wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardl, wa laa yauduhu hifdhzuhumaa wa huwal ‘aliyyul adzhiim(u).

Artinya:

Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaithan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Allah, tiada Tuhan (yang patut disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurusi (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan segala yang ada di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa seizin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang ada di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidaklah mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

8. Membaca Surat al-Baqarah ayat 285-286

Latin:

Aamanar rasuulu bimaa unzila ilaihi mir rabbihi walmu’minuun(a), kullun aamana billaahi wa malaaikatihi wa kutubihi wa rusulih(i), Laa nufarriqu bayna ahadim mir rusulihi, Wa qaaluu sami’naa wa atho’naa ghufraanaka rabbanaa wa ilaikal mashiir(u). Laa yukallifullaahu nafsan illaa wus’ahaa, Lahaa maa kasabat wa ‘alaihaa maktasabat,Rabbanaa laa tuaakhidznaa in nasiinaa aw akhtho’naa, Robbanaa wa laa tahmil ‘alainaa ishron(ng) kamaa hamaltahu ‘alalladziina min(ng) qablinaa, Rabbanaa wa laa tuhammilnaa maa laa thaa qota lanaa bih(i), wa’fu ‘anna waghfirlanaa warhamnaa, anta maulaanaa fan(ng)surnaa ‘alalqoumil kaafiriin(a).

Artinya:

Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat”. (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali”.

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. (QS. Al-Baqarah: 285-286)

9. Membaca penggalan dari Surat Ali Imran:

10. Membaca Surat al-Ikhlas, Surat al-Falaq, Surat an-Nas, lalu Surat al-Fatihah

11. Membaca Tasbih, Tahmid, dan Takbir masing-masing sebanyak 33 kali:

 

إِلَهَنَا رَبَّنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا سُبْحَانَ اللهِ
(33x) سُبْحَانَ اللهِ

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ دَائِمًا أَبَدًا اَلْحَمْدُ ِللهِ
(33x) اَلْحَمْدُ ِللهِ

اْلحَمْدُ ِللهِ عَلىَ كُلِّ حَالٍ وَفِي كُلِّ حَالٍ وَنِعْمَةِ
(33x) اللهُ أَكْبَرُ

Latin:

Ilaahana rabbana anta maulaana Subhaanallaah, Subhanallah (Dibaca 33 kali)

Subhaanallah(i) wa bihamdihi daa iman abadan Alhamdulillaah, Alhamdulillah (Dibaca 33 kali)

Alhamdulillah(i) ‘alaa kulli haalin wa fii kulli haalin wa ni’matin, Allaahu akbar (Dibaca 33 kali)

12. Kemudian dilanjutkan dengan:

Latin:

Allahu akbar kabiiraw walhamdu lillaahi katsiraa. Wa subhaanallaahi bukrotaw wa ashiilaa. Laa ilaa illallaahu wahdahu laa syariika lah(u). Lahul mulku wa lahulhamdu yuhyii wa yumiit(u). Wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir(un). Wa laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyul adzhiim(i). Afdhalu dzikri fa’lam annahu Laa ilaaha illallaah(u)

(Kalimat “Laa ilaaha illallaah” dibaca 300 kali setelah sholat shubuh, 100 kali setelah sholat isya, 50 kali Setelah sholat dzuhur, 50 kali setelah ashar, dan 100 kali setelah sholat maghrib)

Latin:

Shollallaahu ‘alaa muhammad(in)

(dibaca bakda shubuh 300 atau 100 kali)

13. Kemudian dilanjutkan dengan membaca:

 

Latin:

Laa ilaaha illallaah(u) Muhammadur rasuulullaah(i) Shallallaau ‘alaihi wa sallam(a).

14. Membaca Doa Sesuai Dengan Harapan Masing-masing.

Baca juga : Bacaan doa iftitah

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim, dari Abu Musa r.a. Redaksi al-Bukhari yang terdapat dalam kitab ad-Da‘awāt bahwa Rasulullah bersabda “Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Tuhannya dengan orang yang tidak berdzikir kepada Tuhannya bagaikan orang hidup dan orang mati.” (H.R. al-Bukhari dan Muslim).

Demikian ulasan singkat mengenai bacaan dzikir setelah sholat fardhu semoga bermanfaat bagi kita semua dan kita selalu menjadi hamba yang senantiasa tidak pernah lupa untuk dzikir dan mengingat Allah.

(wallahu a’lam bishawab)