Do’a Untuk Pengantin Saat Menghadiri Pernikahan

Diposting pada

SHAHIH – Menikah merupakan sunah Rasullullah SAW yang selalu diharapkan setiap umatnya. Berbagai persiapan fisik serta materi harus dipersiapkan sedini mungkin agar acara pernikahan berjalan dengan sempurna. Persiapan pernikahan memang ada banyak sekali, tapi yang paling penting jangan sampai melupakan do’a pernikahan. Dalam agama Islam selain do’a tata cara sebuah pernikahan juga telah disebutkan baik didalam al Qur’an ataupun as sunnah. Lebih jelasnya simak bersama.

Walimatul ‘urus

do'a pernikahanAcara pernikahan atau Walimatul ‘urus dalam Islam hukumnya memang wajib dan diusahakan sesederhana mungkin. Baik pembuat acara atau tamu undangan bukan sekedar memberi do’a untuk calon pengantin saja perlu mengetahui beberapa hal berikut ini.

  1. Pertama bila kita mengadakan walimatul ‘urus jangan hanya mengundang orang kaya saja, undanglah pula orang miskin.
  2. Baik kaya ataupun miskin yang terpenting sampaikan undangan anda kepada orang sesama muslim. Karena yang utama adalah do’a untuk pengantin bukan tamu undangan yang kaya atau miskin.
  3. Bila anda mendapatkan undangan, maka wajib hukumnya untuk menghadirinya meskipun anda dalam kondisi sedang berpuasa. Tapi undangan boleh tidak dihadiri bila jaraknya terlalu jauh, menyulitkan atau sibuk anda boleh tidak menghadiri Walimatul ‘urus.
  4. Satu lagi yang sangat penting diketahui selain do’a pernikahan islami, bila kita mendapatkan undangan maka kita tidak boleh mengajak orang lain. Kalaupun mengajak orang lain sebaiknya anda meminta izin kepada tuan rumah bolehkah mereka ikut menyantap hidangan yang tersedia.

Do’a pernikahan

Tamu undangan setelah makan jamuan maka diharuskan mendo’akan mempelai pasangan. Pengantin baru memang akan kebanjiran do’a, mulai dari berbahasa setempat, bahasa Indonesia hingga bahasa Arab. Tapi pernahkah anda mendengar do’a pengantin baru seperti ini “birafa’ wal banin” (semoga mempelai murah rezeki dan banyak anak)?

Bagi seorang muslim yang selalu taat sebaiknya jangan mengucapkan do’a pernikahan tersebut, sebab kalimat ini dilarang karena termasuk ucapan jahiliyah. Hal tersebut berdasarkan dalil Dari al-Hasan, bahwa ‘Aqil bin Abi Thalib nikah dengan seorang wanita dari Jasyam. Para tamu mengucapkan selamat dengan ucapan jahiliyah: birafa’ wal banin. ‘Aqil bin Abi Thalib melarang mereka seraya berkata: “Janganlah kalian ucapkan demikian! karena Rasulullah shallallhu ‘alaihi wa sallam melarang ucapan demikian”.

Para tamu bertanya :”lalu apa yang harus kami ucapkan, wahai Abu Zaid?”. Aqil pun menjawab Adapun do’a yang disunnahkan:

بارك الله لك و بارك عليك و جمع بينكما في خير

“Barakallahu laka wa baarakaa ‘alaiykawa jama’a baiynakumaa fii khoir”

Artinya: “Semoga Allah memberkahimu dan memberkahi pernikahanmu, serta semoga Allah mempersatukan kalian berdua dalam kebaikan.

Do’a pernikahan dalam islam tersebut berdasarkan hadist shahih yang diriwayatkan dari Abu Hurairah dan telah diriwayatkan oleh para ulama. Dapat pula mendo’akan semoga menjadi keluarga yang sakinah ma waddah wa rahmah. Pada intinya do’a yang diberikan merupakan do’a yang baik dan menggunakan bahasa yang baik pula.

Sunnah Pernikahan

Disamping do’a untuk pengantin baru, dalam walimatul ‘urus disunnahkan menabuh rebana pada hari pelaksanaan walimatul ‘urus, mengapa? Ada dua faedah mengapa hal tersebut dilakukan, yang pertama sebagai publikasi kepada masyarakat akan pernikahan mereka dan kedua menghibur kedua mempelai.

Selesai sudah kupasan kita kali ini mengenai do’a pernikahan bagi pengantin baru. Selain memperhatikan do’a yang diberikan perhatikan pula beberapa hal yang telah disebutkan tadi. Menggelar acara pernikahan memang diharuskan, tapi jangan lupa sunah Rasul untuk menggelar acara sesederhana mungkin. Jangan sampai karena ingin menikah anda harus terbelit hutang yang sangat banyak dan menyulitkan hidup anda dikemudian hari. Jadi buatlah pesta sesederhana mungkin sebagai publikasi bahwa dia telah menikah.