Doa Setelah Sholat Sesuai Sunnah : Apa Yang Harus Dibaca?

Diposting pada

Shahih – Pembahasan mengenai doa setelah sholat tentu saja merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk diketahui. Sebagaimana kita tahu, sholat adalah ibadah pertama yang kelak akan ditanyai di akhirat. Jika sholat seseorang baik, maka amal lainnya pun akan senantiasa mengikuti dan sebaliknya.

Karena pentingnya hal tersebut, pembahasan mengenai sholat harus dibahas secara detail dan mendalam, termasuk bab mengenai doa yang dipanjatkan setelah sholat baik doa setelah sholat subuh maupun lainnya. Dalam hal ini, perlu diketahui bahwa doa yang tepat akan menambah kesempurnaan dari sholat. Oleh karena itu, hal ini harus senantiasa diperhatikan.

Doa Setelah Sholat Sesuai Ajaran Nabi Muhammad SAW

Doa setelah sholat

Banyak pertanyaan mengenai doa setelah sholat fardhu yang benar dan sesuai sunnah. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan versi mengenai bacaan doa setelah sholat yang beredar di masyarakat. Oleh karena itu, kita akan mencoba membahas tentang doa sesudah sholat fardhu yang sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW di bawah ini. Semoga bisa membantu.

Dzikir : Doa Setelah Sholat Fardhu

Hal pertama yang harus senantiasa diyakini dan juga diketahui adalah doa dzikir merupakan paket dari sholat yang kita kerjakan. Hal ini berarti bahwa seharusnya, dzikir diucapkan dengan detail dan juga sesuai dengan kaidah karena secara logika, jika paket dzikir tersebut salah, maka sholat tentu akan nampak kurang afdol. Oleh karena itu, agaknya kita perlu untuk membuka wawasan kita dan mencoba memahami hal tersebut.

Sebagaimana kita tahu bahwa dzikir merupakan bacaan penting yang bisa menguatkan seorang muslim dalam ibadah yang ia jalankan. Ketika berdzikir, hati akan merasa tenang dan juga seorang muslim akan senantiasa mendapatkan pertolongan dari Allah SWT. Lantas, bagaimana bacaan dzikir yang harus dibaca ketika setelah sholat, terutama sholat fardu?

Perhatikan beberapa bacaan dzikir di bawah ini dan bacalah sesuai urutannya.

[1] Membaca Istighfar

 (3x)أَسْتَغْفِرُ اللهَ

اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلاَمُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ

Astagh-firullah 3x

Allahumma antas salaam wa minkas salaam tabaarokta yaa dzal jalaali wal ikrom.

Artinya:

“Aku minta ampun kepada Allah,” (3x).

“Ya Allah, Engkau pemberi keselamatan, dan dariMu keselamatan, Maha Suci Engkau, wahai Tuhan Yang Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.”

Faedah: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika selesai dari shalatnya beliau beristighfar sebanyak tiga kali dan membaca dzikir di atas. Al Auza’i menyatakan bahwa bacaan istighfar adalah astaghfirullah, astaghfirullah.

[2] Membaca Tahlil (Laa Ilaaha Illallah)

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ، اَللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.

Allahumma laa maani’a limaa a’thoyta wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu.

Artinya:

“Tiada Rabb yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya puji dan bagi-Nya kerajaan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang mencegah apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya (selain iman dan amal shalihnya yang menyelamatkan dari siksaan). Hanya dari-Mu kekayaan dan kemuliaan.”

[3] Membaca 3 Dzikir La ilaaha illallah Berikut ini :

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ، وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.

Laa hawla wa laa quwwata illa billah. Laa ilaha illallah wa laa na’budu illa iyyaah. Lahun ni’mah wa lahul fadhlu wa lahuts tsanaaul hasan.

Laa ilaha illallah mukhlishiina lahud diin wa law karihal kaafiruun.

Artinya:

“Tiada Rabb (yang berhak disembah) kecuali Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujaan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dengan pertolongan) Allah. Tiada Rabb (yang hak disembah) kecuali Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya. Bagi-Nya nikmat, anugerah dan pujaan yang baik. Tiada Rabb (yang hak disembah) kecuali Allah, dengan memurnikan ibadah kepadaNya, sekalipun orang-orang kafir sama benci.”

Faedah: Dikatakan oleh ‘Abdullah bin Zubair, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mengeraskan[3] bacaan dzikir ini di akhir shalat

[4] Membaca Tasbih, Tahmid, Takbir Dan Tahlil

(33x)سُبْحَانَ اللهِ

(33x)اَلْحَمْدُ لِلَّهِ

(33x)اَللهُ أَكْبَرُ

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

Subhanallah (33x)

Al hamdulillah (33x)

Allahu akbar (33x)

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.

Artinya:

“Maha Suci Allah (33 x), segala puji bagi Allah (33 x), Allah Maha Besar (33 x). Tidak ada Rabb (yang berhak disembah) kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan. Bagi-Nya pujaan. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Faedah: Siapa yang membaca dzikir di atas, maka dosa-dosanya diampuni walau sebanyak buih di lautan.[5] Kata Imam Nawawi rahimahullah, tekstual hadits menunjukkan bahwa bacaan Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu akbar, masing-masing dibaca 33 kali secara terpisah

[5] Membaca Ayat Kursi

Membaca ayat Kursi setiap selesai shalat (fardhu).

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Alloohu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardli man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa biidznih, ya’lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum wa laa yuhiithuuna bisyai’im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa’ wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardlo walaa ya’uuduhuu hifdhuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘adhiim.

Artinya:
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Faedah: “Barangsiapa yang membaca Ayat Kursi pada pada setiap selesai sholat fardhu, maka tidak ada dinding pemisah bagi orang itu dengan surga kecuali kematian”. (Hadits Riwayat Ibnu Sunni dari Abu Umaamah Al Baahili رضي الله عنه dishahihkan oleh Syaikh Al Albaany)

[6] Membaca Surat Pendek – Surat Al-Mu’awwidzat

Membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas setiap selesai shalat (fardhu).

Al Ikhlas

بسم الله الرحمن الرحيم

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4)

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Qul huwa allaahu ahad(un), allaahu alshshamad(u), lam yalid walam yuulad(u), walam yakullahu kufuwan ahad(un).

Al-Falaq

بسم الله الرحمن الرحيم

(قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ (1) مِن شَرِّ مَا خَلَقَ (2) وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ (3) وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ (4) وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ (5

Bismillaahirrahmaanirrahiim

1. Qul a’udzu birobbil falaq 2. Min syarri ma kholaq 3. Wamin syarri ghosiqin idza waqob 4. Wamin syarrin naffatsati fiil ‘uqad 5. Wamin syarri haasidin idza hasad

An-Naas

بسم الله الرحمن الرحيم

(قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (1) مَلِكِ النَّاسِ (2) إِلَٰهِ النَّاسِ (3) مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ (4) الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ (5) مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ (6

Bismillaahirrahmaanirrahiim

1. Qul Audu bi rabin nas 2. Malikinnaas 3. Ilaahinnaas 4. Min Syarrilwaswaasil Khonnaas 5. Alladzi yuwaswisu fi shuduurinnaas 6. Minaljinnati wannaas.

Faedah: Tiga surat ini disebut Al- mu’awwidzot yang merupakan surat-surat yang memiliki kedudukan tinggi diantara surat-surat yang lainnya

[7] Membaca Doa:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

Allahumma inni as-aluka ‘ilman naafi’an, wa rizqon thoyyiba, wa ‘amalan mutaqobbala

Artinya:

“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” (Dibaca setelah salam dari shalat Shubuh)[9]

Faedah: Merupakan doa mustajab penambah ilmu,amal dan rezeki yang halal dan berkah

Berdoa setelah sholat

Lalu, bagaimana dengan doa setelah sholat wajib? Tentu saja, kita memiliki beberapa keinginan atau hajat yang ingin kita sampaikan kepada Allah SWT. Dengan berdoa tersebut, Allah SWT akan mendengar doa kita dan akan mengabulkannya pada waktu yang tepat. Jika dzikir di atas dibaca ketika setelah sholat, maka kapan waktu untuk berdoa seraya memohon kepada Allah SWT?

Dalam hal ini, dikarenakan bacaan dzikir dan doa setelah sholat fardhu merupakan paket dari sholat yang senantiasa harus dibaca setelah sholat fardu, maka bacaan doa bisa dibaca setelah melakukan sholat ba’diyah. Setelah melakukan sholat ba’diyah ini, anda boleh membaca kumpulan doa setelah sholat yang menjadi hajat anda selama ini. Tentu, doa setelah sholat ini tentu tidak bertentangan dengan keharusan dzikir yang ditempatkan sebagai paket dari sholat fardu yang dijalankan.

Ada pendapat lain yang juga perlu diketahui dalam hal ini. Syaikh Al Utsaimin mengatakan bahwa doa sebelum salam lebih utama daripada doa setelah sholat. Ini dimaksudkan untuk bacaan doa sholat diluar dzikir yang memang sudah menjadi paket dalam peribadatan tersebut.

Pendapat ini muncul karena doa tersebut diucapkan ketika seseorang masih dalam kondisi beribadah. Namun, pembahasan mengenai kaidah ini dapat ditemukan pada pembahasan bab lainnya.

Adab berdoa

Tidak hanya bacaan doa yang harus kita ketahui, namun kita tentu juga harus belakar mengenai adab ketika berdoa, terutama ketika hendak membaca doa sholat 5 waktu. Hal ini cukup penting karena adab berdoa tersebut tentu saja akan mempengaruhi sikap dan keimanan kita kepada Allah SWT. Lantas, bagaimana sajakah adab ketika berdoa yang harus kita pahami dengan baik?

Adab berdoa setelah sholat yang afdol adalah dengan menghadap ke kiblat dan juga mengangkat tangan. Dalil mengenai hal ini adalah hadist Nabi Muhammad SAW yang di riwayatkan oleh Jabir RA, yakni Dari Jabir radliallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berada di padang Arafah, beliau menghadap kiblat, dan beliau terus berdoa sampai matahari terbenam. (H.r. Muslim)

Selain itu, adab berdoa yang baik dan benar adalah berdoa dengan suara yang lirih dan tidak dikeraskan. Hal ini didasari oleh firman Allah SWT dalam QS Al Isra ayat 110, yaitu

وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلًا

“Janganlah kalian mengeraskan doa kalian dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu.” (Q.s. Al-Isra: 110)

Adab lain yang perlu diperhatikan adalah tidak berdoa dengan sajak, meskipun anda membaca doa sesudah sholat fardhu yang pendek. Terkadang, karena hal tertentu, seseorang yang berhadap doanya berbalut keindahan, maka ia mengemasnya dengan sajak. Hal ini mungkin dianggap sebagai hal yang biasa saja bagi beberapa orang namun sebenarnya hal ini tidak dianjurkan untuk dilakukan. Doa yang paling baik tentu saja didasarkan pada Al Qur’an dan juga Sunnah. Tentu, anda dianjurkan untuk membaca doa doa mustajab selepas solat.

Demikian pembahasan mengenai doa setelah sholat. Semoga bermanfaat dan kita senantiasa mengamalkan doa sholat 5 waktu.