Istighfar

Diposting pada

Shahih – Sebagai bentuk penyesalan akan dosa, sudah selayaknya jika manusia memohon ampun kepada Allah SWT. Dalam islam, memohon ampunan dapat dilakukan dengan mengucapkan kalimat istighfar. Lafadz bacaan istighfar tersebut adalah astaghfirullah yang berarti “Ya Allah ampuni aku”.

Lafadz ini merupakan lafadz yang menjelaskan posisi manusia sebagai hamba dan Allah SWT sebagai penguasa tertinggi yang wajib di imani. Secara tidak langsung, hal ini menunjukkan bahwa kita sebagai manusia tidak memiliki kekuatan yang besar dan hanya berperan sebagai hamba. Tentu saja, hal ini harus menjadi catatan agar kita terhindar dari rasa sombong.

Bacaan astaghfirullah sebagaimana yang dijelaskan di atas diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada umatnya sebagai salah satu bentuk ketaatan umat islam pada Allah SWT. Ada beragam keutamaan dari salah satu bacaan dzikir ini yang hendak kita bahas di bawah. Semoga bermanfaat.

Perintah untuk Memperbanyak Istighfar

Keutamaan dan Bacaan Istighfar

Islam adalah ajaran yang sangat luar biasa komplit dan senantiasa membimbing umatnya kepada jalan yang lebih baik. Selain itu, perlu diketahui bahwa islam adalah agama dalil. Hal ini berarti apa yang dilakukan dalam konteks kehidupan sehari-hari dan ibadah, semua sudah diajarkan dan memiliki dasar yang kuat untuk melaksanakannya, sebagaimana bacaan dzikir tersebut.

Dalam hal pembahasan mengenai bacaan istighfar, Nabi Muhammad SAW selalu mencontohkan hambanya untuk senantiasa membaca bacaan ini karena manusia tidak luput dari kesalahan dan dosa yang dilakukan setiap hari. Perintah mengenai hal tersebut dapat ditemukan dalam salah satu hadist Nabi yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, yakni,

وَاللَّهِ إِنِّى لأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِى الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً

“Demi Allah, aku sungguh beristighfar pada Allah dan bertaubat pada-Nya dalam sehari lebih dari 70 kali.” (HR. Bukhari no. 6307).

Dalil lain mengenai pentingnya membaca istighfar adalah hadist Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Al Aghoor Al Muzanni, yakni,

إِنَّهُ لَيُغَانُ عَلَى قَلْبِى وَإِنِّى لأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ فِى الْيَوْمِ مِائَةَ مَرَّةٍ

“Ketika hatiku malas, aku beristighfar pada Allah dalam sehari sebanyak seratus kali.” (HR. Muslim no. 2702).

Dari kedua hadist berikut, kita bisa menyimpulkan bahwa ada beberapa keutamaan istighfar yang akan kita peroleh ketika kita mengamalkannya. Selain itu, kedua hadist tersebut memberikan pemahaman terkait jumlah bilangan yang boleh dibaca. Tidak ada batasan mengenai hal tersebut kecuali yang telah dibatasi oleh dalil.

Manfaat dan Keutamaan Istighfar

Pembuka Rizki dan Turunnya Hujan

Bacaan astaghfirullah wa atubu ilaih yang dibaca setiap hari merupakan salah satu usaha yang bisa dilakukan oleh seseorang untuk mendapatkan ampunan dari Allah SWT sebagaimana yang sudah dijelaskan mengenai asal muasal istighfar di beberapa poin di atas. Namun, kita juga harus memahami bahwa ada manfaat istighfar lainnya yang perlu kita pahami dengan baik dan benar.

Salah satu bacaan dzikir ini ternyata merupakan salah satu bacaan ringan yang bisa menjadi sebab turunnya rezeki kepada hamba dari Allah SWT dan juga turunnya hujan yang bermanfaat di muka bumi. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT yang tercantum dalam QS. Nuh 10-12,

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (10) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (11) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا (12)

“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12)

Dari ayat di atas, kita bisa melihat bahwa ada anjuran untuk terus membaca bacaan istighfar setiap hari karena hal tersebut akan semakin mendekatkan kita dengan Allah SWT dan mendapatkan petunjuk serta kemudahan untuk dapat menjalankan kehidupan sehari-hari yang lebih baik. Bacaan dzikir tersebut juga akan membantu kita mendapatkan ampunan dari dosa yang sudah kita lakukan, sebagaimana disinggung dalam arti istighfar itu sendiri.

Bacaan Istighfar yang Diajarkan oleh Rasulullah SAW

Lafadz Istighfar yang Singkat

Dari beberapa poin di atas, kita bisa melihat contoh kalimat istighfar yang bisa kita amalkan setiap hari dan beberapa keutamaan yang akan kita peroleh. Tentu saja, masih banyak keutamaan lain yang akan kita dapatkan ketika mengamalkan bacaan dzikir yang satu ini.

Untuk bacaan istighfar yang singkat, kita bisa membaca bacaan berikut,

أَسْتَغْفِرُ اللهَ َالَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ اْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Tulisan latinnya:

ASTAGHFIRULLAHAL-LADZII LAA ILAHA ILLA HUWAL-HAYYUL-QOYYUUMU WA ATUUBU ILAIH.

Artinya:

Aku memohon ampun kepada Allah Yang tidak ada Tuhan (Yang berhak disembah) selain Dia Yang Maha Hidup Lagi Maha berdiri sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.

Bacaan tersebut merupakan salah satu bacaan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW yang jika kita membacanya dengan tulus serta adab yang baik, maka kita akan mendapatkan keajaiban istighfar sebagaimana yang sudah disebutkan lebih awal.

Sayyidul Istighfar, Istighfar Terlengkap dan Terbaik

Satu lagi, bacaan istighfar yang sangat direkomendasikan untuk dibaca setiap hari yaitu sayyidul istighfar. Dari beberapa kalimat istighfar yang ada, sayyidul istighfar merupakan bacaan dzikir yang sangat lengkap. Sayyid sendiri memiliki makna ‘pemimpin’ yang berarti lafadz ini dianggap yang terbaik dari lainnya.

Kalimat ampunan ini juga di anggap istimewa oleh Imam Al-Bukhari. Dalam sebuah bukunya, terdapat salah satu bab dengan judul “Baabun Afdholil-Istighfaar“. Dimana bacaan istighfar ini merupakan bacaan yang paling utama.

Berikut ini kalimat Sayyidul Istighfar yang terdapat pada hadits Rasulullah SAW dari Syaddad bin Aus Radhiyallahu anhu, dimana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya Sayidul Istighfâr (pemimpin istighfar) adalah seseorang hamba mengucapkan,

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ ، لَا إِلٰـهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمتِكَ عَلَيَّ ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ ، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ

Tulisan latinnya:

ALLAHUMMA ANTA RABBII, LAA ILAAHA ILLA ANTA KHOLAQTANII WA ANAA ‘ABDUKA, WA ANAA ‘ALA ‘AHDIKA WA WA’DIKA MASTATHO’TU, A’UUDZUBIKA MIN SYARRI MAA SHONA’TU, ABUU ULAKA BINI’MATIKA ‘ALAYYA, WA ABUU U BIDZANBII FAGHFIRLII, FAINNAHU LAA YAGHFIRUDZ-DZUNUUBA ILLA ANTA.

Artinya:

Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau. Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menetapi perjanjian untuk taat kepada-Mu dan janji balasan-Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau.

Disini Rasulullah juga menyebutkan secara langsung manfaat atau keutamaan dari sayyidul istighfar. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa mengucapkannya di waktu siang dengan penuh keyakinan lalu meninggal pada hari itu sebelum waktu sore, maka ia termasuk penghuni surga. Barangsiapa membacanya di waktu malam dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk penghuni surga. (Muttafaq alaih).

Lantas, bagaimana adab dalam membaca bacaan ini?

Membaca bacaan dzikir memang sangat dianjurkan untuk dilakukan. Namun, tentu saja ada beberapa adab yang harus dipahami. Kita boleh membaca dzikir dimanapun selagi tempat tersebut merupakan tempat yang suci dan baik untuk membaca semua bacaan yang baik. Selain itu, membaca dzikir memang tidak dibatasi selain hal yang sudah ditetapkan dalam syariat, seperti dzikir setelah sholat.

Itulah ulasan kami mengenai kalimat atau bacaan istighfar dilengkapi dengan keutamaan serta manfaatnya ketika diamalkan secara rutin. Memperbanyak istighfar berarti kita berupaya untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dan selalu memohon ampunan kepadaNya atas dosa-dosa yang telah diperbuat. Wallahu a’lam.